Saturday, December 30, 2017

Tahun Baru: Petasan dan Pemborosan

Tags


Banyak hal yang dilakukan saat tahun baru tiba. seperti halnya banyak yang bingung memikirkan liburan, ada yang sampai menghabiskan uang untuk acara bakar-bakar ayam bersama teman-temannya, dan ada yang tidak segan-segan membeli kembang api ataupun petasan untuk memeriahkan malam tahun baru.

Tahun baru memang sebuah momen yang menyenangkan. Namun tahun baru akan lebih menyenangkan dan mengesankan jika di isi dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Bukan malah merayakan tahun baru dengan suka ria.

Tahun baru sebenarnya memberikan tanda kepada kita bahwa dunia semakin tua. Saatnya untuk mengevaluasi diri, hal bermanfaat apa yang telah dilakukan di tahun yang lalu.

Namun mirisnya, tahun baru malah justru disambut dengan hal-hal yang mengotori makna tahun baru sebenarnya. membeli petasan ataupun kembang api adalah salah satu hal yang salah. karena menyalakan petasan sama halnya secara tidak langsung kita telah membakar uang dengan sengaja.

Apa jadinya jika petasan yang dinyalakan malah justru membawa petaka. Semua itu tidak bisa disangkal lagi, bahkan sesuatu yang tidak diduga bisa terjadi kapan saja. Karena terkadang apa yang menjadi kenyataan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Petasan yang dinyalakan bisa saja menyambar apapun yang ada disekelilingnya. Jika hal tersebut sampai terjadi, lalu darimana keindahan dari sebuah tahun baru.

Oleh karena itu, lakukanlah kegiatan-kegiatan yang bermanfaat untuk tahun baru kali ini. Siapkan diri untuk berperang dengan kejamnya perkembangan zaman. Jadikanlah tahun baru kali ini menjadi batu loncatan kita untuk menjadi manusia yang lebih baik ditahun sebelumnya.

Janganlah membuang-buang uang secara cuma-cuma hanya untuk memuaskan kesenangan belaka yang tidak ada manfaatnya. Janganlah berpikir hanya untuk saat ini saja, tapi berpikirlah untuk masa yang akan datang.

_
Penulis: Alfin Ma'fiyah, Warga Pergerakan 2016

Wednesday, December 20, 2017

Meriahnya Hari Ibu dengan Realita Zaman Now

Alfin Ma'fiah, PIAUD

Hari Ibu adalah hari yang sangat istimewa. Tepat pada tanggal 22 Desember merupakan peringatan Hari Ibu. Hari Ibu bukan hanya hari nasional saja, melainkan hari yang memiliki makna mendalam bagi para anak yang selalu ingin memberikan kejutan untuk ibunya. 

Membuat sebuah momen yang indah di hari ibu sangatlah hal yang ingin diwujudkan. Memberikan hadiah maupun melakukan hal-hal yang mengesankan untuk mengucapkan rasa syukur atas pengorbanan yang dilakukan seorang ibu. 

Kebingungan, kegelisahan, dan berbagai macam gejolak perasaan datang ketika menjelang menit-menit Hari Ibu. Menyiapkan kado terindah maupun memberikan kue bertuliskan Selamat Hari Ibu merupakan salah satu hal sederhana yang dapat dilakukuan.

Ibu adalah sosok yang tak ternilai akan jasa dan pengorbanannya. Banyak sekali halang dan rintang yang harus dilalui untuk bisa menyandang gelar Ibu. Mulai dari mengandung, melahirkan, menyusui, mengasuh, merawat, dan membesarkan buah hatinya. 

Dimulai dari tahap bertemunya sel telur dan sperma yang mengakibatkan adanya pembuahan, namun kehamilan yang dialami seorang ibu tidak terjadi serta merta, masih ada proses perjalanan yang panjang. Dari situlah proses singkat  pertama seorang ibu mengandung. 

Mengandung merupakan salah satu proses terbentuknya insan yang sering disebut sebagai buah hati. Minggu demi minggu ibu lalui, sampai dengan minggu terakhir, minggu ke-40 atau yang biasa dikenal dengan usia 9 bulan lebih 10 hari. Itupun masih proses mengandung.

Setelah proses mengandung, ada proses selanjutnya yaitu proses melahirkan. Hari yang sangat di nanti-nantikan oleh ibu selama proses mengandung untuk melihat sang buah hati hadir ke dunia. Pada saat melahirkanpun seorang ibu harus bertarung dengan rasa sakit yang begitu mendalam bahkan sampai mempertaruhkan nyawanya sendiri. 

Bahkan ada ibu yang pingsan dan mengalami kematian saat proses melahirkan. Banyak yang mengatakan rasa sakit yang diderita saat ibu melahirkan yaitu setara dengan 20 tulang patah secara bersamaan. Sungguh sangat tidak bisa dibayangkan bagaimana sakitnya.

Setelah melewati proses melahirkan, ternyata perjuangan seorang ibu belum usai. Ada kewajiban yang harus dilaksanakan, yaitu kewajiban menyusui. Setelah kewajiban ibu untuk menyusui telah selesai, masih ada kewajiban selanjutnya. Seorang ibu harus mengasuh, merawat dan membesarkan anaknya hingga dewasa sampai tiba waktunya ia menikah. Sangatlah panjang perjalanan yang harus dilalui agar bisa mendapatkankan gelar Ibu.

Ada sebuah pepatah yang mengatakan 1 orang ibu mampu merawat 10 orang anak, namun belum tentu 10 orang anak mampu merawat 1 orang ibu. Itulah realita yang saat ini marak terjadi. Oleh karena itu, cukupkah hanya dengan perayaan hari ibu saja yang dapat dilakukan untuk mengucapkan rasa terima kasih atas pengorbanannya.

Bahkan banyak hal sederhana yang sering kita lewati untuk membalas pengorbanan ibu. Karena pada dasarnya, seorang ibu tidak akan memandang apa yang diberikan seorang anak kepadanya. Melainkan kepatuhannya selama ini.

Namun apa realita yang terjadi saat ini. Sudahkah kita meluangkan waktu untuk sesekali menyuapi Ibu sama halnya ketika kita kecil dulu, Sudahkah kita tidak merasa jengkel saat Ibu bertanya (kepo) tentang suatu hal yang belum diketahuinya sama halnya ketika ibu mampu menjawab semua pertanyaan yang diutarakan  kita secara bertubi-tubi namun Ibu menjawab dengan penuh lemah lembut dan tersenyum manis tanpa rasa jengkel sedikitpun, yang sekarang jauh dengan Ibu, sudahkah menelepon dan me SMS nya hari ini, yang saat ini masih satu atap dengan Ibu. 

Dimanakah kita saat Ibu terbaring sakit dan membutuhkan kehangatan serta perhatianmu, dimanakah kita saat Ibu meronta merasakan dahsyatnya rasa sakit, dimana kita. Apakah kita menunggu Ibu memejamkan mata untuk selamanya baru kita bisa menyadarinya.

Dengan satu hal yang bisa dilakukan yaitu memandikannya untuk terakhir kali karena tidak ada hal sederhana yang dapat kita lakukan ketika ibu masih hidup. Nauzubillahi min dzalik. Semoga kita bukan termasuk golongan orang-orang yang seperti itu dan bukan termasuk golongan orang-orang yang durhaka kepada orang tua. 

Lepas dari semua itu, sayangilah Ibu, patuhilah Ibu, hormatilah Ibu, luangkan waktumu untuknya, tak perlu perayaan mewah ketika peringatan hari Ibu, sebab hal sederhana saja mampu membuatnya bangga, dan jangan lupa doakan ibu setiap hari karena pada hakikatnya kita ada karena adanya Ibu. 

____
DEAR IBU
Tubuh yang tak pernah lelah memelukku saat aku tejatuh 
Jiwa yang selalu mampu menopang segala kelemahanku
Tatapan mata yang selalu meyakinkanku akan sesuatu yang pasti bisa aku lakukan
Senyum manis yang tak pernah pudar di dalam memori ingatan
Cinta dan kasih sayang yang tak pernah habis di makan tuanya zaman
Dan doa yang selalu membuatku mampu membumbung tinggi ke angkasa untuk meraih gemerlapan bintang-bintang
Terima kasih Ibu.
Semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk kita semua. Selamat hari Ibu untuk Ibu di seluruh Indonesia.

Penulis: Alfin Ma'fiah, PIAUD 2016, Anggota PMII

Sunday, December 10, 2017

Tingkatkan Keakraban Warga, Pengurus Komisariat Jurai Siwo Metro Gelar Hangout Bareng Seluruh Rayon

Tags

PMII Metro - Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jurai Siwo Metro gelar Hangout bareng Rayon se-Komisariat pada hari Sabtu, 9 Desember 2017 di Stadion 24 Tejosari, Metro Timur.


Ketua pelaksana, Ari Kurniawan mengatakan agenda ini digelar bukan hanya untuk senang-senang, tapi juga ajang memperkuat kebersamaan antar Rayon.


"Acara tersebut digelar bukan hanya untuk senang-senang, namun untuk memperkuat kebersamaan antar Rayon se-Komisariat Jurai siwo Metro dan Sosialisasi Kepungurusan Komisariat Jurai Siwo Metro masa khidmat 2017-2018, dengan begini pasti bisa bersinergi antara rayon dan Komisariat," ujar mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam tersebut.

Ketua Komisariat Jurai Siwo Metro, Imam Fuzi menyampaikan acara ini untuk melatih kekompakan, menambah jiwa kepemimpinan dan menjalin silaturrahmi antar Rayon.

"Acara ini untuk melatih kekompakan, menambah jiwa kepemimpinan dan menjalin silaturahmi antar Rayon. Acara-acara seperti ini akan terus berlanjut dengan tema-tema yang berbeda," pungkas mahasiswa semester tujuh itu.

Acara ini juga di hadiri oleh ketua PMII cabang Metro, Galih Pangestu, S.Pd. Saat di wawancarai ia menyatakan sikap areasiasinya.

"Saya sangat mengapresiasi acara Hangout bersama Rayon se-Komisariat ini, karena sistem kaderisasi pun tidak hanya di ruang tertutup, di ruang seperti ini merupakan bagian dari sebuah kaderisasi di dalam organisasi," ujarnya.

Salah satu warga PMII yang mengikuti Hangout ini, Linda, merasa sangat seru dan senang dengan adanya acara ini.

"Seru dan happy dengan acara ini. Harapannya tidak sekali ini saja, minimal satu bulan selali kita seperti ini, sehingga kita bisa saling kenal dan akrab dengan yang lain yang lingkupnya masih satu kampus," ucapnya. 

___
Penulis: Singgih Prayogo
Editor: Ahmad Mustaqim 

Saturday, December 2, 2017

PC PMII Metro Gelar Pelantikan dan Sarasehan Nasional

Tags
Foto: Pengurus Cabang PMII Metro masa khidmat 2017-2018 resmi dilantik.

Rayonpgmi.ga, Metro - Sabtu (02/12), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Metro mengadakan Sarasehan Nasional dan Pelantikan PC PMII Metro Masa Khidmat 2017-2018.

Acara yang dilaksanakan di aula Pondok Pesantren Roudhlotul Quran Metro Barat ini dihadiri oleh PB PMII, PKC PMII Lampung, PC NU Metro, PC PMII se-Lampung, MABINCAB PMII Metro, IPNU Metro, HMI Metro, KAMMI Metro, KMHDI Metro, IMM Metro, HPKLM Metro, ratusan kader PMII se-kota Metro dan para tamu undangan.

Dalam sambutannya, ketua PC PMII Metro, Sahabat Galih Pangestu mengatakan harapannya agar semangat para pengurus cabang yang baru saja dilantik tidak pernah lelah dan pantang putus asa.

"Ghirah semangat sahabat dalam menjalankan roda kepengurusan tidak boleh ada rasa lelah, tidak boleh ada putus asa. Semoga ini bukan hanya ceremonial saja, sebab saat ini kepengurusan cabang PMII Metro sudah yang ke 24. Ini tanda bahwa PMII harus ada sebuah kedewasaan dan kematangan dalam kepengurusan," ucapnya.

Galih (sapaan akrabnya) juga mengatakan tentang salah satu prestasi PMII Metro, yaitu tentang kuantitas kader PMII Metro di beberapa komisariat yang dinaungi.

"Selama kepengurusan PC PMII Metro saat ini, sudah lebih dari 800 kader telah di MAPABAkan. Semua berasal dari komisariat UM Metro, STKIP Dharma Wacana, IAIM NU, dan IAIN Metro," tambahnya.

Sekretaris PKC Lampung, Sahabat Samsudin Tohir dalam sambutannya mengatakan bahwa pelantikan ini adalah gerbang awal untuk membangun sebuah eksistensi PMII.

"Pelantikan ini adalah gerbang awal bagi kalian sahabat-sahabat untuk membangun eksistensi dan kaderisasi di Metro. Kita tahu, PMII Metro itu terkenal punya pola kaderisasi yang hebat," pungkasnya.

Sedangkan Sahabat Romzi Ahmad, selaku Pengurus Besar PMII mengatakan bahwa kepengurusan yang akan dijalankan ini harus selalu dinilai sebagai ibadah.

"Ikrar kita tadi itu ikrar di hadapan Allah swt, manusia hanyalah saksi, maka sudah seharusnya kepengurusan ini dijalankan sebagai ibadah," ucapnya.

Beliau juga menambahkan akan pentingnya peranan PMII.

"Merawat PMII adalah merawat Ahlussunnah wal Jamaah dan merawat Ahlussunnah wal Jamaah adalah merawat NKRI," tambahnya.

Pelantikan ini resmi dibuka sekitar pukul 11.30 WIB oleh ketua MABINCAB Metro, sahabat Agus Setiawan, yang kemudian akan di lanjutkan dengan agenda sarasehan bersama PB PMII setelah salat dzuhur. (Mustaqim)