Saturday, December 30, 2017

Tahun Baru: Petasan dan Pemborosan

Tags


Banyak hal yang dilakukan saat tahun baru tiba. seperti halnya banyak yang bingung memikirkan liburan, ada yang sampai menghabiskan uang untuk acara bakar-bakar ayam bersama teman-temannya, dan ada yang tidak segan-segan membeli kembang api ataupun petasan untuk memeriahkan malam tahun baru.

Tahun baru memang sebuah momen yang menyenangkan. Namun tahun baru akan lebih menyenangkan dan mengesankan jika di isi dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Bukan malah merayakan tahun baru dengan suka ria.

Tahun baru sebenarnya memberikan tanda kepada kita bahwa dunia semakin tua. Saatnya untuk mengevaluasi diri, hal bermanfaat apa yang telah dilakukan di tahun yang lalu.

Namun mirisnya, tahun baru malah justru disambut dengan hal-hal yang mengotori makna tahun baru sebenarnya. membeli petasan ataupun kembang api adalah salah satu hal yang salah. karena menyalakan petasan sama halnya secara tidak langsung kita telah membakar uang dengan sengaja.

Apa jadinya jika petasan yang dinyalakan malah justru membawa petaka. Semua itu tidak bisa disangkal lagi, bahkan sesuatu yang tidak diduga bisa terjadi kapan saja. Karena terkadang apa yang menjadi kenyataan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Petasan yang dinyalakan bisa saja menyambar apapun yang ada disekelilingnya. Jika hal tersebut sampai terjadi, lalu darimana keindahan dari sebuah tahun baru.

Oleh karena itu, lakukanlah kegiatan-kegiatan yang bermanfaat untuk tahun baru kali ini. Siapkan diri untuk berperang dengan kejamnya perkembangan zaman. Jadikanlah tahun baru kali ini menjadi batu loncatan kita untuk menjadi manusia yang lebih baik ditahun sebelumnya.

Janganlah membuang-buang uang secara cuma-cuma hanya untuk memuaskan kesenangan belaka yang tidak ada manfaatnya. Janganlah berpikir hanya untuk saat ini saja, tapi berpikirlah untuk masa yang akan datang.

_
Penulis: Alfin Ma'fiyah, Warga Pergerakan 2016

Wednesday, December 20, 2017

Meriahnya Hari Ibu dengan Realita Zaman Now

Alfin Ma'fiah, PIAUD

Hari Ibu adalah hari yang sangat istimewa. Tepat pada tanggal 22 Desember merupakan peringatan Hari Ibu. Hari Ibu bukan hanya hari nasional saja, melainkan hari yang memiliki makna mendalam bagi para anak yang selalu ingin memberikan kejutan untuk ibunya. 

Membuat sebuah momen yang indah di hari ibu sangatlah hal yang ingin diwujudkan. Memberikan hadiah maupun melakukan hal-hal yang mengesankan untuk mengucapkan rasa syukur atas pengorbanan yang dilakukan seorang ibu. 

Kebingungan, kegelisahan, dan berbagai macam gejolak perasaan datang ketika menjelang menit-menit Hari Ibu. Menyiapkan kado terindah maupun memberikan kue bertuliskan Selamat Hari Ibu merupakan salah satu hal sederhana yang dapat dilakukuan.

Ibu adalah sosok yang tak ternilai akan jasa dan pengorbanannya. Banyak sekali halang dan rintang yang harus dilalui untuk bisa menyandang gelar Ibu. Mulai dari mengandung, melahirkan, menyusui, mengasuh, merawat, dan membesarkan buah hatinya. 

Dimulai dari tahap bertemunya sel telur dan sperma yang mengakibatkan adanya pembuahan, namun kehamilan yang dialami seorang ibu tidak terjadi serta merta, masih ada proses perjalanan yang panjang. Dari situlah proses singkat  pertama seorang ibu mengandung. 

Mengandung merupakan salah satu proses terbentuknya insan yang sering disebut sebagai buah hati. Minggu demi minggu ibu lalui, sampai dengan minggu terakhir, minggu ke-40 atau yang biasa dikenal dengan usia 9 bulan lebih 10 hari. Itupun masih proses mengandung.

Setelah proses mengandung, ada proses selanjutnya yaitu proses melahirkan. Hari yang sangat di nanti-nantikan oleh ibu selama proses mengandung untuk melihat sang buah hati hadir ke dunia. Pada saat melahirkanpun seorang ibu harus bertarung dengan rasa sakit yang begitu mendalam bahkan sampai mempertaruhkan nyawanya sendiri. 

Bahkan ada ibu yang pingsan dan mengalami kematian saat proses melahirkan. Banyak yang mengatakan rasa sakit yang diderita saat ibu melahirkan yaitu setara dengan 20 tulang patah secara bersamaan. Sungguh sangat tidak bisa dibayangkan bagaimana sakitnya.

Setelah melewati proses melahirkan, ternyata perjuangan seorang ibu belum usai. Ada kewajiban yang harus dilaksanakan, yaitu kewajiban menyusui. Setelah kewajiban ibu untuk menyusui telah selesai, masih ada kewajiban selanjutnya. Seorang ibu harus mengasuh, merawat dan membesarkan anaknya hingga dewasa sampai tiba waktunya ia menikah. Sangatlah panjang perjalanan yang harus dilalui agar bisa mendapatkankan gelar Ibu.

Ada sebuah pepatah yang mengatakan 1 orang ibu mampu merawat 10 orang anak, namun belum tentu 10 orang anak mampu merawat 1 orang ibu. Itulah realita yang saat ini marak terjadi. Oleh karena itu, cukupkah hanya dengan perayaan hari ibu saja yang dapat dilakukan untuk mengucapkan rasa terima kasih atas pengorbanannya.

Bahkan banyak hal sederhana yang sering kita lewati untuk membalas pengorbanan ibu. Karena pada dasarnya, seorang ibu tidak akan memandang apa yang diberikan seorang anak kepadanya. Melainkan kepatuhannya selama ini.

Namun apa realita yang terjadi saat ini. Sudahkah kita meluangkan waktu untuk sesekali menyuapi Ibu sama halnya ketika kita kecil dulu, Sudahkah kita tidak merasa jengkel saat Ibu bertanya (kepo) tentang suatu hal yang belum diketahuinya sama halnya ketika ibu mampu menjawab semua pertanyaan yang diutarakan  kita secara bertubi-tubi namun Ibu menjawab dengan penuh lemah lembut dan tersenyum manis tanpa rasa jengkel sedikitpun, yang sekarang jauh dengan Ibu, sudahkah menelepon dan me SMS nya hari ini, yang saat ini masih satu atap dengan Ibu. 

Dimanakah kita saat Ibu terbaring sakit dan membutuhkan kehangatan serta perhatianmu, dimanakah kita saat Ibu meronta merasakan dahsyatnya rasa sakit, dimana kita. Apakah kita menunggu Ibu memejamkan mata untuk selamanya baru kita bisa menyadarinya.

Dengan satu hal yang bisa dilakukan yaitu memandikannya untuk terakhir kali karena tidak ada hal sederhana yang dapat kita lakukan ketika ibu masih hidup. Nauzubillahi min dzalik. Semoga kita bukan termasuk golongan orang-orang yang seperti itu dan bukan termasuk golongan orang-orang yang durhaka kepada orang tua. 

Lepas dari semua itu, sayangilah Ibu, patuhilah Ibu, hormatilah Ibu, luangkan waktumu untuknya, tak perlu perayaan mewah ketika peringatan hari Ibu, sebab hal sederhana saja mampu membuatnya bangga, dan jangan lupa doakan ibu setiap hari karena pada hakikatnya kita ada karena adanya Ibu. 

____
DEAR IBU
Tubuh yang tak pernah lelah memelukku saat aku tejatuh 
Jiwa yang selalu mampu menopang segala kelemahanku
Tatapan mata yang selalu meyakinkanku akan sesuatu yang pasti bisa aku lakukan
Senyum manis yang tak pernah pudar di dalam memori ingatan
Cinta dan kasih sayang yang tak pernah habis di makan tuanya zaman
Dan doa yang selalu membuatku mampu membumbung tinggi ke angkasa untuk meraih gemerlapan bintang-bintang
Terima kasih Ibu.
Semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk kita semua. Selamat hari Ibu untuk Ibu di seluruh Indonesia.

Penulis: Alfin Ma'fiah, PIAUD 2016, Anggota PMII

Sunday, December 10, 2017

Tingkatkan Keakraban Warga, Pengurus Komisariat Jurai Siwo Metro Gelar Hangout Bareng Seluruh Rayon

Tags

PMII Metro - Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jurai Siwo Metro gelar Hangout bareng Rayon se-Komisariat pada hari Sabtu, 9 Desember 2017 di Stadion 24 Tejosari, Metro Timur.


Ketua pelaksana, Ari Kurniawan mengatakan agenda ini digelar bukan hanya untuk senang-senang, tapi juga ajang memperkuat kebersamaan antar Rayon.


"Acara tersebut digelar bukan hanya untuk senang-senang, namun untuk memperkuat kebersamaan antar Rayon se-Komisariat Jurai siwo Metro dan Sosialisasi Kepungurusan Komisariat Jurai Siwo Metro masa khidmat 2017-2018, dengan begini pasti bisa bersinergi antara rayon dan Komisariat," ujar mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam tersebut.

Ketua Komisariat Jurai Siwo Metro, Imam Fuzi menyampaikan acara ini untuk melatih kekompakan, menambah jiwa kepemimpinan dan menjalin silaturrahmi antar Rayon.

"Acara ini untuk melatih kekompakan, menambah jiwa kepemimpinan dan menjalin silaturahmi antar Rayon. Acara-acara seperti ini akan terus berlanjut dengan tema-tema yang berbeda," pungkas mahasiswa semester tujuh itu.

Acara ini juga di hadiri oleh ketua PMII cabang Metro, Galih Pangestu, S.Pd. Saat di wawancarai ia menyatakan sikap areasiasinya.

"Saya sangat mengapresiasi acara Hangout bersama Rayon se-Komisariat ini, karena sistem kaderisasi pun tidak hanya di ruang tertutup, di ruang seperti ini merupakan bagian dari sebuah kaderisasi di dalam organisasi," ujarnya.

Salah satu warga PMII yang mengikuti Hangout ini, Linda, merasa sangat seru dan senang dengan adanya acara ini.

"Seru dan happy dengan acara ini. Harapannya tidak sekali ini saja, minimal satu bulan selali kita seperti ini, sehingga kita bisa saling kenal dan akrab dengan yang lain yang lingkupnya masih satu kampus," ucapnya. 

___
Penulis: Singgih Prayogo
Editor: Ahmad Mustaqim 

Saturday, December 2, 2017

PC PMII Metro Gelar Pelantikan dan Sarasehan Nasional

Tags
Foto: Pengurus Cabang PMII Metro masa khidmat 2017-2018 resmi dilantik.

Rayonpgmi.ga, Metro - Sabtu (02/12), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Metro mengadakan Sarasehan Nasional dan Pelantikan PC PMII Metro Masa Khidmat 2017-2018.

Acara yang dilaksanakan di aula Pondok Pesantren Roudhlotul Quran Metro Barat ini dihadiri oleh PB PMII, PKC PMII Lampung, PC NU Metro, PC PMII se-Lampung, MABINCAB PMII Metro, IPNU Metro, HMI Metro, KAMMI Metro, KMHDI Metro, IMM Metro, HPKLM Metro, ratusan kader PMII se-kota Metro dan para tamu undangan.

Dalam sambutannya, ketua PC PMII Metro, Sahabat Galih Pangestu mengatakan harapannya agar semangat para pengurus cabang yang baru saja dilantik tidak pernah lelah dan pantang putus asa.

"Ghirah semangat sahabat dalam menjalankan roda kepengurusan tidak boleh ada rasa lelah, tidak boleh ada putus asa. Semoga ini bukan hanya ceremonial saja, sebab saat ini kepengurusan cabang PMII Metro sudah yang ke 24. Ini tanda bahwa PMII harus ada sebuah kedewasaan dan kematangan dalam kepengurusan," ucapnya.

Galih (sapaan akrabnya) juga mengatakan tentang salah satu prestasi PMII Metro, yaitu tentang kuantitas kader PMII Metro di beberapa komisariat yang dinaungi.

"Selama kepengurusan PC PMII Metro saat ini, sudah lebih dari 800 kader telah di MAPABAkan. Semua berasal dari komisariat UM Metro, STKIP Dharma Wacana, IAIM NU, dan IAIN Metro," tambahnya.

Sekretaris PKC Lampung, Sahabat Samsudin Tohir dalam sambutannya mengatakan bahwa pelantikan ini adalah gerbang awal untuk membangun sebuah eksistensi PMII.

"Pelantikan ini adalah gerbang awal bagi kalian sahabat-sahabat untuk membangun eksistensi dan kaderisasi di Metro. Kita tahu, PMII Metro itu terkenal punya pola kaderisasi yang hebat," pungkasnya.

Sedangkan Sahabat Romzi Ahmad, selaku Pengurus Besar PMII mengatakan bahwa kepengurusan yang akan dijalankan ini harus selalu dinilai sebagai ibadah.

"Ikrar kita tadi itu ikrar di hadapan Allah swt, manusia hanyalah saksi, maka sudah seharusnya kepengurusan ini dijalankan sebagai ibadah," ucapnya.

Beliau juga menambahkan akan pentingnya peranan PMII.

"Merawat PMII adalah merawat Ahlussunnah wal Jamaah dan merawat Ahlussunnah wal Jamaah adalah merawat NKRI," tambahnya.

Pelantikan ini resmi dibuka sekitar pukul 11.30 WIB oleh ketua MABINCAB Metro, sahabat Agus Setiawan, yang kemudian akan di lanjutkan dengan agenda sarasehan bersama PB PMII setelah salat dzuhur. (Mustaqim)

Saturday, November 11, 2017

Peringati Hari Pahlawan, PC PMII Metro Gelar Diskusi Lintas OKP

Tags

Rayonpgmi.ga, Metro - Peringati Hari Pahlawan, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia wilayah Metro (PC PMII Metro) menggelar diskusi lintas Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) di sekretariat PC PMII Metro, Iringmulyo, Metro Timur, pukul 19.30 WIB. (10/11/2017).

Diskusi yang mengusung tema "Peran Mahasiswa dalam Bingkai Kepahlawanan di Era Milenial" ini dihardiri oleh beberapa Ketua Umum OKP Metro seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dan Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMDHI).

Ketua Umum PC PMII Metro Sahabat Galih Pangestu selaku tuan rumah dalam sambutannya mengatakan agar Hari Pahlawan dijadikan sebuah momentum untuk membangun semangat patriotisme.

"Terus bangun semangat patriotisme, bangun bangsa Indonesia, hubbul wathon minal iman," ujarnya.

Ketua Umum PMII Metro tersebut juga mengatakan bahwa teknologi dan media memiliki peran yang sangat penting dalam hidup milenial saat ini, maka PMII selalu memilih isu-isu yang jelas untuk melakukan sebuah pergerakan.

"Kita (OKP di Metro) harus sering membuat forum seperti ini agar melahirkan gagasan-gagasan demi kemajuan bangsa," tambahnya.

Diskusi diawali dengan pernyataan dari masing-masing OKP mengenai tema terkait dan kemudian masing-masing yang hadir dilokasi boleh menanggapi. Acara tersebut dimulai pukul 19.30-22.30 WIB. Selain berbicara tantangan generasi di era milenial, diskusi ini juga melahirkan langkah-langkah nyata yang akan dilakukan dalam menghadapi tantangan zaman ini. (Mustaqim)

Friday, November 10, 2017

Ayo Hadiri Diskusi Lintas OKP Metro

Tags
Salam Pergerakan!!!
Salam Mahasiswa!!!
....................................

Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, PC PMII Metro mengadakan Diskusi Lintas OKP dengan tema "Peran Mahasiswa dalam bingkai Kepahlawanan di Era Milenial"

Jum'at, 10 November 2017
Pkl. 19.30 WIB S/d selesai

Tempat :
Sekretariat PC PMII Metro (Jln. Satelit 1 Iring Mulyo Metro Timur)

___

@pmiimetro_

#sahabatmetro
#kepalpmiimetro
#pmiipahlawanku
#pmiipahlawanbangsa
#pmiizamannow

Saturday, November 4, 2017

Hikmah Belajar

"Jika kau belajar Filsafat, maka akalmu akan menjadi hebat. Jika kau belajar Tasawuf, maka hatimu akan lebih kuat. Dan jika kau pahami keduanya, hatimu menang atas akal, maka nafsumu akan kalah."

Penulis: Ahmad Mustaqim, Kader PMII Metro Lampung.

Kata Bijak (Fatih)

"Jadilah orang yang bisa merasa, bukan orang yang merasa bisa."

Sebuah kata bijak yang di ucapkan Muhammad Al Fatih, Kader PMII Metro Lanpung, Rayon PAI.

Terinspirasi di diskusi malam hari. (03/10).

Wednesday, November 1, 2017

Entahlah

Tags
“Entah” adalah makhluk dengan bentuk wajah kotak, mata lebar, hidung yang lebih panjang dari jari kakinya, dan mulut yang lebar hingga ia sanggup menelan tubuhnya sendiri. Ia dilahirkan tak mengenal ayah. Sepertinya sengaja Tuhan setting hidupnya supaya ia sendiri tak memikirkan Tuhannya dan iming-iming-Nya. “Entah” hanya mampu berfikir tentang keentahannya, keentahan dunia, negerinya. Ia tafsirkan sendiri tiap ucapannyan. Sampai ia tercebur dalam kebingungannya sendiri. Entahlah!!!!!

“Entah” berjalan dengan rambutnya yang hanya terletak didalam hidungnya. Sungguh entah makhluk yang seperti apa. Sudah, sudahlah! tak usah dibayangkan. Namun banyak kelebihan yang “Entah” miliki dengan wujudnya yang tak terbayangkan oleh setiap otak yang membayangkannya. Karena setiap otak yang membayangkannya hanya akan terbentur dengan satu kata : Entah!!!

Ada yang mengatakan “Entah” merupakan representasi dari kalimat wallahu a'lam bish-shawab. “Entah” sendiri sampai sekarang bingung siapa yang melahirkan dan kenapa dilahirkan. Lahir dengan wujud yang entah dan dinegeri yang entah berantah seperti ini. "Tuhan tidak pernah memberitahuku," kata “Entah”. Iya memang, sekarang ia sudah berkeyakinan siapa Tuhannya. Ada kemajuan dalam hidupnya. Tapi ia masih saja bingung kenapa Tuhan yang Maha Tahu tak memberi tahunya tentang apa yang menjadi kegelisahannya. Entahlah!!!!!

“Entah” semakin bingung setelah bertemu dengan beberapa pemuka agama. "Tuhan hanya satu, yaitu Allah. Tidak beranak dan diperanakkan," kata Ustad. Lalu, ia bertemu seorang pendeta "Al-Masih adalah anak Tuhan," katanya. Begitupun yang lain, Budha, Hindu, bahkan orang Atheis ia temui dengan argumen masing-masing tentang ketuhanan. “Entah” bingung dengan Tuhan sebenarnya, yang katanya satu, tidak beranak, tetapi ada yang menyembah lebih dari satu Tuhan, ada juga Tuhan yang beranak. Entahlah kata “Entah”. Apalagi dengan surga dan neraka ia semakin tak paham. "Mungkin aku diciptakan untuk hal-hal yang Entah". Entah”lah!!!!!

“Entah” terlihat murung, “Entah” sendiri tidak tahu apa yang ia pikirkan. “Hidupku penuh keentahan," katanya. "Aku terlahir dalam keadaan entah. Ayah ibuku yang entah siapa". “Entah” hanya kenal ibu pertiwi, sebenarnya ia sendiri sampai sekarang tidak tahu diakuikah ia sebagai anak kandung ibu pertiwi atau tidak. Entahlah!!!!

Di antara kelebihannya, “Entah” mampu melawan hukum alam. Ia akan mati jika Ia telah Hidup, dan Ia hidup dengan cara mati. Ia makan dengan cara tidak makan. Ia minum dengan cara tidak minum. Ia selalu berjalan kebelakang dengan langkah yang maju ke depan. Matanya yang lebih besar dari kepalanya membuat Ia bisa membaca semesta raya tanpamembaca. “Entah” bukanlah monster, dajal atau pun setan. Ia hanya mahluk yang bernasib “Entah”.

“Entah” masih bingung dengan jalan hidupnya, ia tak tahu harus bertanya kepada siapa. Tuhannya? “Entah” sendiri tidak pernah diperkenalkan dengan Tuhannya. “Entah” siapa Tuhanku". katanya. 
“Entahlah!!!!"

Penulis: Abid Mustofa Abroziq, Bendahara umum PC PMII Metro 2016-2017



Tanda Tanya


Kenapa gembel tua itu mati?
Karena ia bunuh diri.

Kenapa ia bunuh diri?
Karena ia tak dapat nasi,

Kenapa ia tak dapat nasi?
Karena ia tak dapat gaji.

Kenapa tak dapat gaji?
Karena ia tak dilirik penguasa negeri.

Lampung, 31 oct 2017

__
Penulis: Dewi Sukma, Kader PMII Bandar Lampung.

Tuesday, October 31, 2017

Titik Nadi

Tags

Aku sudah membisu
Tak satu katapun mampu kusampaikan pada api
Apalagi untuk kutulis menjadi syair

Sajakku telah diblokir
Bait-baitku berkeliaran tanpa petunjuk
Muncul, sejenak...
Lalu pergi tanpa jejak

Hanya satu menjadi pengharapan
Nadi yang terus berjuang berdetak
Itupun tertindih...
Terinjak

Lalu kudengar sabda api
Berhentilah, sudahilah
Ia melambaikan tanda untuk kembali
Kembalilah...
Titik...

Titik Nadi.

___
Penulis: Abid Mustofa Abroziq, Bendahara Umum PC PMII Metro Lampung 2016-2017.

Saturday, October 28, 2017

Ketika Sumpah Pemuda Menjadi Sumpah Mahasiswa

Tags
Minggu, 28 Oktober 1928, 89 tahun yang lalu sumpah dari para pemuda untuk sebuah persatuan dan kesatuan di kumandangkan:

Sebagai pemuda maka harus memaknai text ini secara mendalam,
Sumpah Pemuda:
  1. Kami putera dan puteri Indonesia mengaku bertumpah dara yang satu, tanah Indonesia.
  2. Kami putera dan puteri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
  3. Kami putera dan puteri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Lalu, ketika para pemuda menjadi seorang mahasiswa, maka renungkanlah ini,
Sumpah Mahasiswa:
  1. Kami Mahasiswa Mahasiswi Indonesia Bersumpah, bertanah air satu, tanah air tanpa penindasan.
  2. Kami Mahasiswa Mahasiswi Indonesia Bersumpah, berbangsa satu, bangsa yang gandrung akan keadilan.
  3. Kami Mahasiswa Mahasiswi Indonesia Bersumpah, berbahasa satu, bahasa tanpa kebohongan.

Salam Mahasiswa!!
Salam Pergerakan!!

___
By: Ahmad Mustaqim, Kader PMII Rayon PGMI Metro Lampung


Thursday, October 26, 2017

Kemurnian Cinta

Tags

Sebuah anugrah terindah dari sang maha cinta. Bagai ribuan warna yang menghiasi putihnya hati. Manusia itu tidak ada yg sempurna, maka sejatinya cinta itu bukan perkara menemukan seseorang yang sempurna.

Sebab, cinta itu adalah dua insan yang memang sama-sama tidak sempurna, tetapi memilih untuk saling menyempurnakan, saling memperbaiki kesalahan dan kekurangan satu sama lain serta saling setia menjaga ikatan yang terjalin.

Semakin lama suatu hubungan cinta, maka akan semakin jelas kekurangan dan kesalahannya. Janganlah kau melihat sisi buruknya, tapi lihatlah sisi baiknya, dan yang buruk diperbaiki bersama. Karena sesungguhnya itulah Kemurnian Cinta.[]

Penulis: Meta Kartika Sari, anggota PMII Rayon PGMI Metro Lampung.

Haruku Karenanya

Tags

Hari ini aku begitu terharu, bahkan hampir menangis. Bukan karena aku sosok yang cengeng, bukan pula sosok yang mudah untuk merasakan haru. Tapi entahlah, mungkin karena aku menggangap diriku ini seperti mereka, merasakan seperti apa yang mereka rasakan, hingga aku pun menjadi seperti mereka. “Mereka adalah aku dan aku adalah mereka”, barangkali kalimat itu yang sesuai.

Aku mengendarai sepeda motor tua milik bapakku melewati pusat kota, sebuah jantung ekonomi wilayah yang biasanya terlihat ramai, tapi kali ini begitu sepi. Pusat kota yang sepi, bagaikan kota mati padahal masih pagi (07.03 wib). Tak ada satupun penghuni. Kukelilingi pusat kota itu, pun hanya kutemukan satu lembar kertas, bertuliskan, “Pasar tutup, PKL sedang demo!”

Bergegas aku menuju ke sebuah tempat, tempat yang tak asing bagiku, bahkan bisa dikatakan rumah kedua untukku. Aku menuju sekretariat PC PMII Metro, sekitar lima menit perjalanan. Disana aku berkumpul bersama mereka, para mahasiswa yang tak biasa, para mahasiswa kaum pembela.

Puluhan mahasiswa berkumpul, berasal dari berbagai jurusan di kampusku, bahkan dari kampus tetanggaku juga. Sebagian dari mereka ada yang rela meninggalkan perkuliahan, ada yang alasan izin dan ada pula yang memang libur tak ada jadwal. Hari ini memang hari yang efektif untuk perkuliahan, hari Senin (23/10), hari yang selalu dibayangkan sebagai full day activity. Tapi inilah kami, hak kami untuk memilih harus berbuat apa.

Pagi ini kami adalah kaum pembela. Para mahasiswa yang akan belajar, belajar bersama para kaum pasar. Kami bergerak untuk membela, membela para pedagang kaki lima (PKL) yang tertindas. Mereka tertindas, sebab akan direlokasi dari tempat dagang biasanya, tempat yang sudah nyaman mereka tempati. Bahkan ada yang sudah dilarang dengan adanya surat larangan berdagang dari Dinas Perdagangan Kota (Nomor: 053/398/D.18.03/2017).

Beberapa hari yang lalu aku bertemu dengan mereka, “Kami ini pedagang kecil, rakyat miskin yang harus di bantu. Bukankah kemiskinan itu yang harusnya diberantas, tapi kenapa yang miskin seperti kami ini mau diberantas,” sesal mereka. “Jangankan pindah tempat diatas sana (sembari menunjuk lokasi tempat mereka akan dipindahkan), orang dagang pindah posisi saja bisa berpengaruh ke penghasilan. Sebagian dari kami sudah ada yang pindah ke atas sana dan hasilnya sangat jauh sekali.”

Kabarnya, tempat mereka berdagang saat ini akan diganti menjadi lahan parkir pasar kota. Sebab itu mereka harus pindah ke ruko atas dengan aturan membayar biaya sewa. Meski diberikan gratis sewa selama tiga bulan, mereka pun tetap menolak keras.

“Sudah dipastikan disana tak akan laku, sepi pembeli,” kata ketua Himpunan Pedagang Kaki Lima Metro.

Para pedagang kaki lima yang terhimpun dalam Himpunan Pedagang Kaki Lima Metro (HPKLM) ini sudah beraudiensi dengan pihak Pemerintah Kota (Pemkot), (19/10). Mereka meminta langsung kepada Walikota Metro agar bermurah hati mengizinkan PKL berdagang di tempat biasanya: di Jl Agus Salim, Jl Cut Nyak Dien, antara Kopindo dan Cendrawasih, antara Kopindo dan Metro Mega Mall, antara Metro Mega Mall dan Pasar Cendrawasih (lokasi ex kebakaran) dan sekitaran terminal kota serta Nuban Ria di malam hari.

Mereka juga meminta agar Walikota mengganti Kepala Dinas Perdagangan Kota Metro. Menurut mereka Kepala Dinas yang sekarang terlalu arogansi, tidak manusiawi karena menggusur tanpa solusi, tidak berpihak kepada pedagang kecil, terindikasi berpihak pada pengembang (pengusaha), dan merugikan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Pemkot. Dari data rincian yang mereka buat dan dilihatkannya padaku, ada 2 miliyar kerugian yang bisa dicapai.

Satu hari dari audiensi para PKL itu, Walikota pun membalas. Balasannya tak banyak dan tak bertele-tele, mungkin hanya copy paste dari apa yang sudah dinyatakan oleh pihak PKL. Dalam bahasa yang mudah dipahami seluruh manusia, cukup satu kata, “Menolak”. Ya, Walikota menolak permintaan para PKL. Dan saat itu juga, mereka berkata, “Kita tuntut, kita harus demo. Kita lawan!”.

Itulah yang menggerakkan semua para puluhan mahasiswa ini, termasuk diriku. Mereka itu pahlawan, pahlawan yang memberikan sumbangan dana terbesar untuk pembangunan di kota ini. Mereka itu pejuang, para pejuang yang harus terus menghidupi keluarga. Merekalah para pedangan kecil yang perlu kami bela. Mereka tertindas, oleh aturan yang terkesan membela para pemodal (investor).

“Untuk apa pasar terlihat ramai, menghasilkan banyak uang, terlihat rapih, tapi hasilnya hanya masuk ke kantong-kantong investor dan pihak-pihak penguasa yang tak baik? Bukankah lebih baik dikuasai mereka saja, mereka para PKL yang hidupnya tak seenak para investor itu?” begitulah kata hatiku.

Waktu pada jam di tangan kiriku sudah menunjukkan pukul 08.06 wib. “Siapkan amunisi, ayo berangkat sahabat!!! Salam Pergerakan!!,” ucap korlap. Dan kami pun berangkat.

Puluhan sepeda motor yang membawa bendera biru kuning bertulis PMII melaju menuju pasar kota Metro. Sebuah pusat kota yang sepi, sepi bagai kota mati, sunyi, tapi itu pagi tadi. Pusat kota yang tadi terlihat sepi, kini ramai, bagaikan lautan manusia. Satu komando, satu aksi. Mereka berbaris rapi, bersuara siap aksi.

Sungguh, inilah momen yang membuatku merasa haru, bahkan hampir menangis. Aku melihat seorang wanita tua seumuran seperti ibuku (51 tahun) mengenakan caping dan berpakaian seadanya. Ia berjalan membawa sebuah karton menuju keramaian. Karton itu bertulikan, “Kami bukan kambing, kami manusia.” Lalu kulihat sekeliling, begitu banyak ibu-bapak PKL yang harusnya mencari nafkah untuk keluarga, tapi rela datang ikut aksi menuntut haknya. Tak ada kata rugi menurutnya.

Kini pasar semakin ramai, ratusan manusia memenuhi area jalan terminal kota. Ku ambil kamera dalam kantong almamater biru kebanggaan ini. Satu, dua, tiga, sampai sepuluh detik kamera ini merekam video suasana pasar, tiba-tiba timbul satu pertanyaan, "Hanya kami disini? Dimana kalian para mahasiswa? Apakah kalian sedang sibuk, duduk santai diruangan mendengarkan pembacaan materi, menikmati wi-fi gratis, live sosial media, lalu kau menyebut itu belajar? Lain kali kemarilah, mari kita belajar bersama mereka, mereka yang memiliki solidaritas tinggi, para kaum kecil yang hari ini perlu kalian bela." (23/10). []

___
Penulis: Ahmad Mustaqim, Kader PMII Rayon PGMI Metro

Wednesday, October 25, 2017

Cinta

Tags

Takkan habis diungkap dalam hamparan kata
Takkan cukup ditulis dengan lautan tinta
Karena didalamnya tersimpan cerita
Antara aku, kau dan sang pencipta.

Sungguh aku hanyalah manusia biasa
Tumbuh karena cinta dan besarpun karena cinta
Aku tak bisa berdusta
Ketika cinta hadirkan rasa.

Kata demi kata terangkai tanpa sengaja
Syair pun mulai berperan didalamnya
Membumbu indah menjadi susunan kalimat.

Kala hati mulai terpikat, bait-bait doa terpanjat syahdu.
Aku berkata dalam bisu.
Aku tak tahu, inikah sesungguhnya rindu?

Degub hati mulai menderu haru
Dan sungguh aku hanyalah manusia biasa
Manusiawi jika ku harap cinta, tentu teriring ridho dan doa
Jika memang cintaku mendamba syurga.

____
Penulis: Meta Kartika Sari, anggota PMII Rayon PGMI.

Cinta Dalam Diam (2)

Tags

"Mungkinkah aku dapat merubah warna si Mawar Putih?" renung si Dara. "Tapi aku tak mau melihat mawar putih sedih."

Si Dara bertanya kepada sang Mawar, “Wahai Mawar Putih apakah kau akan bahagia setelah kelopakmu berubah warna menjadi merah seperti yang kau bilang?”

"Iya, aku sangat bahagia. Bahagiaaa sekali," ucap si Mawar Putih.

"Apakah kau yakin Mawar?"

"Iya, aku yakin sekali karena dengan berubahnya warna, hidupku akan lebih  berwarna."

Si Dara pun pergi mininggalkan si Mawar tanpa mengucapkan pamit seperti biasanya. Sesampainya di sarang, ia berfikir keras, apa yang harus dilakukan untuk merubah warna si Mawar?

"Berpikirlah, ayo Dara, kau pasti bisa membuat Mawar terenyum," ungkapnya pada diri sendiri. Dan kata-kata itu terus ia ucapkan berulang kali.

"Aku hanya memiliki dua sayap selama ini, bagaimana bisa aku merubahnya?" ia tertunduk dan bingung.

“Ahh, aku punya ide. Pasti kau akan senang Mawar," ucapnya bahagia menemukan solusi.

Sebelum azzan subuh berkumandang burung Dara datang menghampiri si Mawar Putih yang sedang terlelap tidur. Hati burung dara berkata, “Semoga kau selalu tersenyum sekarang wahai Mawar Putih, seperti ucapmu, hidupkmu kan selalu berwarna setelah kau mempunyai warna.”

Tak berfikir panjang lagi si Dara pun memotong sayapnya dan meneteskan cucuran darahnya mengenai si Mawar Putih hingga ia pun lelah kehabisan darah. Lalu si Dara pergi meninggalkan Mawar putih sebelum terbangun.

Sinar matahari yang indah memancarkan cahayanya ke Mawar Putih.

"Uhh, ternyata sudah siang," ucap Mawar Putih. "Bukannya semalam hujan ya?" Mawar Putih mengira cucuran darah si Dara itu sebagai hujan.

"Aku berubah warna?"  ucapnya heran. Aku benar benar berubah warna? Pasti burung Dara kaget melihat warna kelopakku yang baru".

Si Mawar menunggu Dara dengan perasaan gembiranya, tapi Dara tak kunjung datang hingga sang matahari akan tenggelam.

"Dara kau dimana? Kau harus lihat aku memiliki warna sekarang, kau pasti akan tertarik melihatku yang sekarang," ucap Mawar Putih.

"Tak seperti biasanya kau tak datang hari ini, apa kau sedang sibuk? Mungkin kau sibuk, baiklah aku berbagi kebahagianku denganmu besok saja".

Keesokan harinya si mawar tetap menunggu  dan terus menunggu. "Kau dimana wahai Dara Putih, apa kau lupa sekarang denganku? Kau benar-benar lupa," Mawar pun menangis.

"Buat apa aku memiliki warna tetapi kau tak ada disini, Dara aku merindukan hadirmu saat ini."

Barulah sekarang Mawar Putih yang menjadi Merah sadar, bahwa Merah yang melekat di kelopaknya itu adalah darah si Dara. "Aku sangat rindu akan hadirmu dara, tidak dengan warna merahku yang sekarang, aku hanya ingin berkata aku rindu kau dara kembalilah dara." []

Penulis: Winda Lestari, anggota PMII Rayon PGMI.

Tuesday, October 24, 2017

Cinta Dalam Diam

Tags
Aku tau mencintaimu tak semudah yang kubayangkan. Aku tau mencintaimu itu seperti aku mencintai hal yang takkan kumiliki. Ya, benar, aku hanya berkata dalam diam untuk mengungkapkannya.

Walaupun hanya akan melukai hati dan menyesakkan pikiran saja, tapi mencintaimu itu membuatku bahagia, bahagia mengingat semua hal dan pengorbananmu.

Aku hanyalah pecundang, pecundang yang tak berani mengungkapkan secara lisan. Hanya dalam diam, sungguh aku mencintaimu. Cinta yang dengan sendirinya bersemi di dalam hati.

Terkadang aku bingung kenapa semuanya itu datang, jika hanya menumbuhkan rasa sakit yang tiada terkira. Mungkin itu semua caranya untuk menguji, benarkah cinta itu datang akan karenanya atau hanya sekedar cinta-cinta yang datang akan rayuan setan.

Aku sangat ingat cerita yang kau kirimkan untukku. Ya, benar, cerita tentang si Burung Dara dan Mawar Putih.

Sebenarnya aku tak sanggup untuk mengutarakan apa isinya. Tapi aku ingin memberi tahu kalian semua. Baiklah, aku akan bercerita:

Suatu hari seperti biasa si Burung Dara putih terbang dengan amat gembiranya kesana kemari untuk menghampiri si Mawar Putih yang sedang kuncup.

Setiap hari tak lupa si Burung Dara itu menyempatkan dirinya untuk melihat si Mawar Putih, hanya untuk memastikan kapan dia akan mekar.

Dan pada hari itu saatnya telah tiba untuk si Mawar Putih memancarkan akan indahnya kelopak-kelopaknya. Si Dara Putih pun bergegas untuk segera melihat cantiknya si Mawar Putih.

Tapi tak disangka-sangka si Mawar Putih malah sedih, sedih karena memiliki warna putih bukan merah. Lalu Burung Dara pun berkata, "Kau mengapa bersedih wahai Mawar Putih yang cantik?" ucap si Burung Dara.

"Apa kau bilang Dara? Aku cantik?"

"Iya benar kamu catik wahai Mawar Putih. Aku sangat tersepona melihat akan kecantikanmu. Lalu apa sebenarnya yang membuatmu bersedih wahai Mawar, bukankah kau sekarang terlihat sempurna?"

"Tidak, aku tidak suka dengan warna kelopakku yang putih. Aku merasa tak memiliki warna. Aku tak punya daya tarik seperti bunga-bunga yang lainnya."

"Lantas apa yang kau inginkan sekarang wahai Mawar Putih?"

"Aku hanya ingin kelopakku ini berubah warna menjadi merah. Itu saja."

Mungkin...

To be continued....

___
Penulis: Winda Lestari, anggota PMII Rayon PGMI.

Sunday, July 2, 2017

Pengumuman Pemenang Event Kata Mutiara Rayon PGMI

Tags
PENGUMUMAN PEMENANG
#EventRayonPGMI Kata Mutiara Bertema "Idul Fitri".

Salam Pergerakan Sahabat!

Apa kabar hari ini? Semoga masih dalam keadaan sehat, aamiin. Sebelumnya kami segenap keluarga besar Rayon PGMI mengucapkan "Minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin" meski lebaran (dalam tradisi turun-temurun di Indonesia) sudah lewat tujuh hari, tapi momentum lebaran masih dapat kita rasakan sampai detik ini. Lihat saja dirumah tetangga, pasti masih ada banyak kue di mejanya.

Sebenarnya yang unik dari lebaran di Indonesia bukan cuma sekedar perayaan selama tujuh hari itu saja, tapi ada juga tradisi THR'an. THR pada umumnya bisa dikatakan hadiah/reward yang membahagiakan di hari fitri. Kalau dalam perspektif anak, THR banyak di percaya sebagai bagi-bagi duit, sebab faktanya memang anak-anak lebih banyak menjadi pusat pendaratan mulus (gambar) para tokoh Indonesia pembawa nominal.

Sering kita ketahui yang membagi THR adalah para Bos ke Karyawannya dan yang umum Bapak/Ibu kita ke sanak-saudara.

Oke itu biasa, kalau THR untuk sesama? Ya dari kami Rayon PGMI. Lewat event Kata Mutiara bertema "Idul Fitri" inilah kami hendak memberi THR yang insyaallah bermanfaat. Event yang sudah dilaksanakan sejak pra lebaran hingga kemarin (30/6) diikuti dari berbagi Rayon. Adapun THR yang akan dibagikan itu adalah dalam bentuk pulsa.

Maka dengan mengawali ucapan "Bismillah", inilah juara (kata mutiara terbaik) dari #EventRayonPGMI Kata Mutiara bertema "Idul Fitri" :

Juara 1: Erma Fitriana
Juara 2: Lia Fitriana
Juara 3: Putri Puswandari

Selamat kepada ketiga terpilih. Keputusan ini bersifat mutlak. Semoga THR yang diberikan bisa bermanfaat. Dan untuk seluruh peserta yang sudah berpartisipasi, kami dengan bangga mengucapkan Terimakasih.

Salam Pergerakan!
PMII Rayon PGMI
www.rayonpgmi.ga

Note:
  1. Untuk pemenang silakan konfirmasi ulang ke Email Prpgmikomjusi17@gmail.com atau WA 085841345434. Kirimkan nomor yang hendak diberikan THR dan email untuk pengiriman E-Piagam Penghargaan. 
  2. Untuk seluruh peserta, silakan konfirmasi ulang juga ke Email Prpgmikomjusi17@gmail.com atau WA 085841345434, kirimkan Email pribadinya guna pengiriman E-Piagam Penghargaan.
  3. Seluruh peserta wajib memosting E-Piagam yang sudah dibagikan.
  4. Hadiah ini dipersembahkan oleh Sahabat Tedi Hilmawan, S.Pd (Mengenal Sosok Tedi Hilmawan, Calon Ketua Umum PC PMII Metro). #TediForPCPMIIMetro 


Saturday, July 1, 2017

Kata Mutiara Idul Fitri (Ahmad Mustaqim)

Yang mereka sebut THR adalah "uang" hari raya, tapi yang ku sebut THR adalah maafmu untukku. Taqobbalallahu minna waminkum. (Ahmad Mustaqim, Rayon PGMI IAIN Metro).

#EventRayonPGMI #KataMutiaraku #TediForPCPMIIMetro

Kata Mutiara Idul Fitri (Irawan)

Kalau kita sama-sama manusia yang tercipta karena keajaiban Tuhan, kenapa harus membeda-bedakan segalanya dan tidak berjabat tangan mengukir persaudaraan yang kekal abadi. (Irawan, IAIN Metro)

#EventRayonPGMI #KataMutiaraku #TediForPCPMIIMetro

Kata Mutiara Idul Fitri (Singgih Prayogo) #2

Momentum lebaran adalah momentum pengikat tali yang kendor, disaat tali kendor momentum lebaran inilah yang memperkuat persatuan dan tali persaudaraan sesama bangsa indonesia.

#EventRayonPGMI #KataMutiaraku #TediForPCPMIIMetro

Kata Mutiara Idul Fitri (Lia Fitriana)

Lebaran bagiku kembali
Kembali menjumpai kemenangan, Kembali fitrah, kembali dari perantauan, kembali berjabat tangan, dan kembali kerumah dengan THR ditangan. (Lia Fitriana, Rayon ESy IAIN Metro)

#EventRayonPGMI #KataMutiaraku #TediforPCPMIIMetro

Kata Mutiara Idul Fitri (Aripin Dwi Saputra) #2

Jika noda bisa dibersihkan,
Jika sesuatu yang rusak bisa diperbaiki, jika jawaban yang salah bisa dibenarkan, begitu juga dosa, dosa bisa dihapuskan, Mari sucikan diri dengan saling bermaaf-maafan. (

Minal aidzin walfaidzin mohon maaf lahir dan batin Selamat hari raya idul fitri 1438 H

#EventRayonPGMI #KataMutiaraku #TediforPCPMIIMetro

Friday, June 30, 2017

Kata Mutiara Idul Fitri (Aripin Dwi Saputra)

Ketika takbir berkumandang,
suara gemuruh beduk menghiasi malam, pertanda akan datangnya sebuah hari kemenangan. (Aripin Dwi Saputra, Rayon PGMI IAIN Metro)

Minal aidzin walfaidzin mohon maaf lahir dan batin Selamat hari raya idul fitri 1438 H

#EventRayonPGMI #KataMutiaraku #TediForPMIIMetro

Kata Mutiara Idul Fitri (Ratna Sari)

Jika hati seputih awan jangan biarkan ia mendung, Jika hati seindah bulan hiasi dengan senyuman. Ramadhan membasuh hati yang berjelaga, saatnya meraih rahmat dan ampunan-Nya. (Ratna Sari, Rayon ESy IAIN Metro)

#EventRayonPGMI #KataMutiaraku #TediForPCPMIIMetro

Thursday, June 29, 2017

Kata Mutiara Idul Fitri (Singgih Prayogo)

"Ketika sebelum lebaran kita semangat dalam membuat hidangan makanan tapi kita tidak boleh cukup disitu, kita harus semangat melakukan pergerakan yang lebih tinggi baik pasca lebaran". (Singgih Prayogo, Rayon ESy IAIN Metro)

#EventRayonPGMI #KataMutiaraku #TediForPCPMIIMetro

Friday, June 23, 2017

Kata Mutiara Idul Fitri (Putri Puswandari)

Memaafkan adalah kunci untuk membebaskan kebencian yang selama ini terkurung dihati kita. Saatnya bermaaf-maafan, saatnya saling membebaskan. (Putri Puswandari, Rayon PGRA IAIN Metro)

#EventRayonPGMI #KataMutiaraku #TediForPCPMIIMetro

Kata Mutiara Idul Fitri (Rani Tiara Pangestika)

Jika malu berkata untuk saling mengucap 'maaf', maka tersenyumlah. Karena itu salah satu isyarat dari hati, untuk saling memaafkan di Hari yang Fitri. (Rani Tiara Pangestika, Rayon PGMI IAIN Metro).

#EventRayonPGMI #KataMutiaraku #TediForPCPMIIMetro

Kata Mutiara Idul Fitri (Septia Nurkholifah)

Selesai puasa jangan hilangkan ibadah tekunnya, Minta maaf jangan tunggu lebaran, Lebaran jangan banyakin kue saja, Tapi lebaran adalah mendapatkan kesucian dari Allah dan hanya mereka yang berjuang selama bulan Ramadhan. (Septi Nurkholifah, Rayon PBS IAIN Metro)

#EventRayonPGMI #KataMutiaraku #TediForPCPMIIMETRO


Thursday, June 22, 2017

Kata Mutiara Idul Fitri (Erma Fitriana)

Idul Fitri bukanlah sekedar momen tahunan, melainkan momen dimana seluruh umat muslim mendapat kesempatan untuk saling memaafkan dan kembali menjadi fitrah bagai kertas tanpa tinta. (Erma Fitriana, Rayon PGMI IAIN Metro).

#EventRayonPGMI #KataMutiaraku #TediForPCPMIIMetro

Wednesday, June 21, 2017

Event Menulis Kata Mutiara "Lebaran" (THR Rayon PGMI)


Salam Pergerakan!

Apa kabar sahabat? Semoga sehat dan selalu dalam lindungan Allah swt. Masih cleansheet kah puasanya? Semoga masih full sampai lebaran besok. Makin tak terasa nih, Ramadhan tinggal beberapa hari lagi, hari kemenangan/lebaran pun sudah di depan mata. Tahukah sahabat kalau Lebaran kali ini adalah lebaran yang spesial? Why? Karena lebaran kali ini jatuh tepat di malam minggu. Malam yang sering di agung-agungkan banyak orang (weekend).

Hanya itu? Tentu tidak. Lebaran kali ini ada THR gratis nih dari Rayon PGMI terkhusus dari Sahabat Tedi Hilmawan. Siapa sih Tedi Hilmawan? Tedi Hilmawan adalah salah satu kandidat/calon Ketua umum PC PMII Metro. Ia adalah salah satu kader terbaik Rayon PGMI yang pernah ada. (Baca: Mengenal Sosok Tedi Hilmawan, Calon Ketua Umum PC PMII Metro).

Semenjak lulus, Tedi berprofesi sebagai jurnalis di portal berita Lampung Timur, Simaknews.com. Dunia tulis-menulis pun sudah menjadi makanan sehari-harinya. Lalu bagaimana agar diberi THR darinya? Tak sulit-sulit. Hanya menulis kata mutiara dengan tema “Idul Fitri”. Cuma menulis kata mutiara dapet THR? Iya dong, pasti mudah. Caranya? Cek dibawah ini.

LOMBA KATA MUTIARA BERHADIAH THR (Ratusan Ribu)
Support by: Tedi Hilmawan, S.Pd

Syarat dan ketentuan sebagai berikut:
  1. Peserta terbuka untuk kader PMII sekota Metro (Kom IAIM, Kom IAIN, Kom UM), gratis (tidak dipungut biaya apa pun).
  2. Kata Mutiara bertema Idul Fitri/Lebaran.
  3. Harus like Fans Page PMII Rayon PGMI (www.facebook.com/pmii.prpgmi), follow Instagram (@pmii_prpgmi) dan berteman dengan facebook Tedi Hilmawan (https://www.facebook.com/teddi.hilmawan?fref=ts)
  4. Harus Share info ini, tag sahabat-sahabat pergerakan kalian (minimal tag 3 sahabat).
  5. Kata Mutiara/Bijak yang dilombakan harus original (asli), bukan saduran apalagi ‘mencomot’ karya orang lain (plagiat).
  6. Panjang Kata Mutiara maksimal 4 (empat) baris, boleh dilengkapi dengan gambar/ilustrasi pendukung.
  7. Kata Mutiara diposting langsung di akun Facebook masing-masing dan wajib tag Fb Tedi Hilmawan, serta memberi tagar #EventRayonPGMI #KataMutiaraku #TediForPCPMIIMetro.
  8. Jumlah Kata Mutiara yang diikutsertakan maksimal 3 (tiga) Kata Mutiara per orang.
  9. Selain diposting di akun sosmed masing-masing. Kata Mutiaranya juga dikirimkan ke WA 085841345434 (Taqim) / 085766868412 (Bayu), bisa diwakilkan pengiriman ke WA nya dan jangan lupa sertakan identitas (Nama Lengkap, Asal Komisariat, Jurusan/Prodi, Email (wajib) dan Nomor Handphone yang bisa dihubungi).
  10. Lomba dibuka mulai tanggal 22 Juni 2017 dan ditutup pada tanggal 30 Juni 2017 pukul 23.59 WIB. Pengumuman pemenang lomba tanggal 2 Juli 2017.

HADIAH-HADIAH (THR):
  • Terbaik 1: Pulsa 100k + E-Piagam Penghargaan
  • Terbaik 2: Pulsa 50k + E-Piagam Penghargaan
  • Terbaik 3: Pulsa 25K + E-Piagam Penghargaan
  • Seluruh peserta akan mendapatkan E-Piagam Penghargaan
"SELURUH KARYA KATA MUTIARA DARI PESERTA AKAN DI PUBLIKASIKAN DI WEB RAYON PGMI"

Demikian Event Pengumuman ini disampaikan. Dukung dan doakan Tedi Hilmawan untuk menjadi ketua PC PMII Metro. “Menulislah, menulis dari hal sekecil apapun, karena sejatinya menulis sama halnya dengan memanjangkan umurmu”. Ditunggu Kata Mutiara Terbaiknya, bat.

Salam pergerakan! Salam aktif dan salam literasi!

PMII RAYON PGMI
www.rayonpgmi.ga

___
Note:
Ini adalah event lomba perdana yang di adakan oleh kami Rayon PGMI, semoga kedepannya bisa terus mengadakan event yang menggerakkan kader untuk terus berkarya di bidang kepenulisan. Semoga Kata mutiara yang sahabat tulis nanti dapat membangkitkan semangat banyak orang untuk berkarya, inspiratif, menggugah, dan mengandung pesan-pesan yang dapat dijadikan renungan.

Contoh Pengiriman Kata Mutiara:

“Lebaran itu bukan tentang baju baru, sandal baru dan pacar baru, tapi fitrah hati yang baru”
#EventRayonPGMI #KataMutiaraku #TediForPCPMIIMetro








Inilah Para Calon Ketua PC dan Kopri PMII Metro

Tags

Inilah beberapa calon Ketua Umum PC PMII Metro dan Ketua Kopri PC PMII Metro.

Ada Dua kader terbaik Rayon PGMI dalam sesi penentuan nomor urut calon Ketua Umum PC dan Ketua Kopri PC PMII Metro (16/06).

Mereka adalah sahabat Tedi Hilmawan, calon Ketua Umum PC PMII Metro No. Urut 3 dan sahabati Cici Luthvi Astuti, calon Ketua Kopri PC PMII Metro No. Urut 1. Mari dukung dan doakan.

Adapun Calon Ketua Cabang PMII Metro 2017-2018:
1. Andi Rahmaniakim (Kom. IAIM NU Metro)
2. Galih Pangestu (Kom. Jurai Siwo Metro
3. Tedi Hilmawan (Kom. Jurai Siwo Metro)
4. Ahmad Sabiqul Mustofa (Kom. Ahmad Dahlan)

Dan untuk Calon Ketua KOPRI PC PMII Metro 2017-2018:
1. Cici Luthvi Astuti (Kom. Jurai Siwo Metro)
2. Mauizotul Hasanah (Kom. Jurai Siwo Metro)

Sahabati Cici For Kopri PC PMII Metro

Ayo dukung dan doakan Sahabati Cici Luthvi Astuti menjadi Ketua Kopri PC PMII Metro. Kader terbaik Rayon PGMI. Kenapa harus Cici? Karena Cici lah Kopri yang menyosong visi Berkedadaban. Dukung nomor 1 dan sukseskan Konfercab PMII Metro.

#CiciForKopriPMIIMetro 
#PMIIMetro
#KepalPMIIMetro
#RayonPGMI 

Tuesday, June 20, 2017

Mengenal Sosok Tedi Hilmawan, Calon Ketua Umum PC PMII Metro



Namanya Tedi Hilmawan, lahir di Desa Cempaka Nuban Lampung Timur pada 05 September 1993. Merupakan anak pertama dari 2 bersaudara, buah dari pasangan Slamet dan Supinah. Tedi adalah sapaan akrabnya. Terlahir dari keluaraga yang sederhana, membuatnya memiliki sifat kemandirian yang tinggi. Ayahnya berprofesi sebagai Penjahit sekaligus petani, kemudian sang ibu berprofesi sebagai guru honorer PAUD Kasih Bunda di Desanya. Suci Anjarwati adalah nama adiknya yang kini akan masuk jenjang pendidikan menengah atas (SMA). Sejak kecil, orangtuanya selalu menanamkan sifat jujur dan baik kepada sesamanya.

Umur 6 tahun ia memulai masa pendidikanya di SD Negeri 1 Cempaka Nuban. Dikenal sebagai anak yang rajin dan pintar, membuatnya banyak dikenal oleh teman-temanya. Dari kelas 3-6 SD selalu mendapat peringkat 1 dikelasnya, bahkan menginjak di menengah pertama prestasinya pun tetap masih bertahan dimana dari kelas 1-3 MTs ia selau meraih juara kelas. Menjuarai lomba LCT, Pidato pada tingkat Kecamatan sudah sering dimenangkanya di masa SD. Madrasah Tsanawiyah Sabilull Muttaqien merupakan pilihan jenjang pendidikanya setelah tamat dari SD. Kemudian setelah lulus melanjutkan di MA Ma’arif 09 Kota Gajah.



Setamatnya dari bangku SMA, tak langsung ia melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Diakuinya pergaulan remaja yang gemar nongkrong, begadang memberi efek negatif terhadap motivasi diri sehingga membuatnya tak memiliki keinginan untuk kuliah. Namun semuanya berubah ketika ia masuk ke pondok pesantren Darul Ulya Kota Metro. Ia mengaku pada masa ngaji itulah dirinya mengalami banyak perubahan.
 
Pada tahun 2012 lelaki penyuka warna biru tersebut kembali melanjutkan studinya di STAIN Jurai Siwo Metro mengambil jurusan Tarbiyah Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Kurangnya pengalaman organisasi dimasa SMA, membuatnya semangat untuk berorganisasi dimasa kuliah. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) adalah organisasi yang dipilihnya sejak duduk di semester 1. Semasa kuliah,  pernah magang di DPR RI mewakili Lampung dalam program Akademi Pelopor Kebangsaan. Adapun selama bergerak mencari pengalaman berorganisasi, banyak kegiatan diskusi yang dilakoninya, diantaranya:

  1. Diskusi tema “Membedah Jaringan Terorisme di Indonesia” dengan Ridlwan Habib (Pengamat Terorisme Universitas Indonesia) 
  2. Diskusi “Kajian Strategic Intelligence” dengan Diyauddin (Pengamat dan peneliti kajian Strategic Intelligence UI)
  3. Diskusi “ Membedah Ideologi-Ideologi Dunia” dengan Nur Sayyid Santoso Kristeva (penulis buku “Negara Marxis dan Revolusi Proletariat”)
  4. Diskusi Keislaman dan Keindonesiaan “Islam Nusantara” dengan Ahmad Baso (penulis buku “Agama NU Untuk NKRI”) 
  5. Diskusi “Sejarah Islam Nusantara dan Wali Songo” dengan Kyai Agus Sunyoto (penulis buku Atlas Wali Songo) 
  6. Diskusi “Analisis Kebijakan Anggaran” dengan Uchok Sky Khadafi (Directur Budget Analysis) 
  7. Diskusi “Islam dan Gender” dengan AI Rahma (Ketua Kopri PB PMII 2015-2016)
  8. Diskusi “Islam Studys” dengan Teddy Kholiludin (Doktor dengan spesivikasi keilmuan Civil Religion)
  9. Diskusi “Sistem UU di Indonesisa” dengan Wulan Sari (Kandidat Doktor Hukum Muda Universitas Jaya Baya)
  10. Diskusi “Analisis Anggaran” Juwiarto (Tenaga Ahli DPD RI)

Dan beberapa diskusi atau obrolan kecil dengan tema-tema yang lain. Aktif kuliah dan organisasi membuatnya menjadi orang yang ulet dan penuh tanggung jawab. Hal ini dibuktikan dengan diraihnya prestasi sebagai Wisudawan Terbaik Pertama kampus IAIN Metro yang sebelumnya STAIN Jurai Siwo Metro pada Maret 2017 lalu.

Dari hobinya itu ia bersama dengan sahabat-sahabatnya mendirikan sebuah media online bernama Simaknews.com. menurutnya, sekecil apapun karya itu lebih baik, ketimbang tidak memiliki karya sama sekali. Ia memiliki motto “Semakin Sulit Melakukan Sesuatu, Maka Semakin Besar Hasil Yang di Dapat”.



Friday, May 26, 2017

Selamat Menyambut Bulan Ramadhan 1438H

Tags
Kami Pengurus Rayon PMII PGMI Komisariat Jurai Siwo Metro, mengucapkan: Marhaban ya Ramadhan, mohon maaf lahir dan batin.

#PMII
#PMIIMETRO
#KEPALPMIIMETRO
#RAYONPGMI
#PMIINUSANTARA
#PMIIHITZ
#KADERPERGERAKAN
#SEPTIPBKOPRI
#SALAMPERGERAKAN

Tuesday, May 9, 2017

#SaveNKRI

Tags
Selamatkan NKRI dari gerakan-gerakan radikal yang tak moderat.
#SaveNKRI


Saturday, February 11, 2017

PGMI IAIN METRO Sukses Raih Akreditasi B

Tags
Alhamdulillah. Kabar baik untuk para Mahasiswa IAIN METRO, khususnya prodi PGMI.


Sore ini, setelah saya bangun tidur (kelelahan study tour), ada pesan Whatsapp dari Kaprodi PGMI, Bapak Tusriyanto.

Setelah saya lihat, ternyata screenshoot BAN-PT bahwa PGMI IAIN METRO sudah terakreditasi B (yang sebelumnya C).

Untuk itu, saya (admin) yang juga mewakili dari PMII Rayon PGMI IAIN METRO mengucapkan, "Selamat atas diraihnya akreditasi B prodi PGMI IAIN METRO".

Terus semangat menjadi lebih baik lagi, untuk PGMI.

(PMII, Mus).

Friday, January 20, 2017

Tiga Versi Kebenaran

Tags
Oleh : Ahmad Mustaqim (Kader)

Esensi pesan Gusdur dalam karya "Ilusi Negara Islam" adalah bahayanya kelompok Islam "Garis Keras"—Radikal.

Kelompok ini sering mengkafir-kafirkan yang berbeda dengan ajarannya. Maka, saya pun berpikiran tentang kebenaran.

Ada tiga versi: (1) Kebenaran menurut diri sendiri. (2) Kebenaran Bersama. (3) Kebenaran Hakiki.

Misalnya, Kebenaran menurut diri sendiri adalah kebenaran yang dianut kelompok "garis keras" tersebut.

Kebenaran Bersama adalah suatu kelompok yang dikecewakan, misalnya kelompok Partai Politik yang kalah.

Kebenaran Hakiki, ini adalah kebenaran yang benar-benar nyata. Misalnya: mati.

Sunday, January 1, 2017

Struktur Kepengurusan Rayon PGMI 2012-2013

Data Kepengurusan Rayon PGMI
Masa Bakti 2012-2013



Ketua Rayon: Nur Asih Puji Astuti
Wakil Ketua Rayon: Pambuko Puji Hartono

Sekretaris: Siti Choir Ria
Wakil Sekretaris: Qoriah

Bendahara: Nur Latifatul Fajriah
Wakil Bendahara: -

Ketua 1 (Biro pengembangan dan pembinaan kader): Naila Izza
Ketua 2 (Biro organisasi dan  hubungan alumni): Harsih Setiawandari
Ketua 3 (Biro dakwahkomunikasi dan pengembangan masyarakat): Arif Munandar
Ketua 4 (Biro pengembangan dan pembinaan perempuan): Resta Nur Hidayanti

Semua data ini merupakan struktur kepengurusan rayon periode ke IV