Aku tau mencintaimu tak semudah yang kubayangkan. Aku tau mencintaimu itu seperti aku mencintai hal yang takkan kumiliki. Ya, benar, aku hanya berkata dalam diam untuk mengungkapkannya.
Walaupun hanya akan melukai hati dan menyesakkan pikiran saja, tapi mencintaimu itu membuatku bahagia, bahagia mengingat semua hal dan pengorbananmu.
Aku hanyalah pecundang, pecundang yang tak berani mengungkapkan secara lisan. Hanya dalam diam, sungguh aku mencintaimu. Cinta yang dengan sendirinya bersemi di dalam hati.
Terkadang aku bingung kenapa semuanya itu datang, jika hanya menumbuhkan rasa sakit yang tiada terkira. Mungkin itu semua caranya untuk menguji, benarkah cinta itu datang akan karenanya atau hanya sekedar cinta-cinta yang datang akan rayuan setan.
Aku sangat ingat cerita yang kau kirimkan untukku. Ya, benar, cerita tentang si Burung Dara dan Mawar Putih.
Sebenarnya aku tak sanggup untuk mengutarakan apa isinya. Tapi aku ingin memberi tahu kalian semua. Baiklah, aku akan bercerita:
Suatu hari seperti biasa si Burung Dara putih terbang dengan amat gembiranya kesana kemari untuk menghampiri si Mawar Putih yang sedang kuncup.
Setiap hari tak lupa si Burung Dara itu menyempatkan dirinya untuk melihat si Mawar Putih, hanya untuk memastikan kapan dia akan mekar.
Dan pada hari itu saatnya telah tiba untuk si Mawar Putih memancarkan akan indahnya kelopak-kelopaknya. Si Dara Putih pun bergegas untuk segera melihat cantiknya si Mawar Putih.
Tapi tak disangka-sangka si Mawar Putih malah sedih, sedih karena memiliki warna putih bukan merah. Lalu Burung Dara pun berkata, "Kau mengapa bersedih wahai Mawar Putih yang cantik?" ucap si Burung Dara.
"Apa kau bilang Dara? Aku cantik?"
"Iya benar kamu catik wahai Mawar Putih. Aku sangat tersepona melihat akan kecantikanmu. Lalu apa sebenarnya yang membuatmu bersedih wahai Mawar, bukankah kau sekarang terlihat sempurna?"
"Tidak, aku tidak suka dengan warna kelopakku yang putih. Aku merasa tak memiliki warna. Aku tak punya daya tarik seperti bunga-bunga yang lainnya."
"Lantas apa yang kau inginkan sekarang wahai Mawar Putih?"
"Aku hanya ingin kelopakku ini berubah warna menjadi merah. Itu saja."
Mungkin...
To be continued....
___
Penulis: Winda Lestari, anggota PMII Rayon PGMI.
EmoticonEmoticon