Wednesday, November 1, 2017

Entahlah

Tags

“Entah” adalah makhluk dengan bentuk wajah kotak, mata lebar, hidung yang lebih panjang dari jari kakinya, dan mulut yang lebar hingga ia sanggup menelan tubuhnya sendiri. Ia dilahirkan tak mengenal ayah. Sepertinya sengaja Tuhan setting hidupnya supaya ia sendiri tak memikirkan Tuhannya dan iming-iming-Nya. “Entah” hanya mampu berfikir tentang keentahannya, keentahan dunia, negerinya. Ia tafsirkan sendiri tiap ucapannyan. Sampai ia tercebur dalam kebingungannya sendiri. Entahlah!!!!!

“Entah” berjalan dengan rambutnya yang hanya terletak didalam hidungnya. Sungguh entah makhluk yang seperti apa. Sudah, sudahlah! tak usah dibayangkan. Namun banyak kelebihan yang “Entah” miliki dengan wujudnya yang tak terbayangkan oleh setiap otak yang membayangkannya. Karena setiap otak yang membayangkannya hanya akan terbentur dengan satu kata : Entah!!!

Ada yang mengatakan “Entah” merupakan representasi dari kalimat wallahu a'lam bish-shawab. “Entah” sendiri sampai sekarang bingung siapa yang melahirkan dan kenapa dilahirkan. Lahir dengan wujud yang entah dan dinegeri yang entah berantah seperti ini. "Tuhan tidak pernah memberitahuku," kata “Entah”. Iya memang, sekarang ia sudah berkeyakinan siapa Tuhannya. Ada kemajuan dalam hidupnya. Tapi ia masih saja bingung kenapa Tuhan yang Maha Tahu tak memberi tahunya tentang apa yang menjadi kegelisahannya. Entahlah!!!!!

“Entah” semakin bingung setelah bertemu dengan beberapa pemuka agama. "Tuhan hanya satu, yaitu Allah. Tidak beranak dan diperanakkan," kata Ustad. Lalu, ia bertemu seorang pendeta "Al-Masih adalah anak Tuhan," katanya. Begitupun yang lain, Budha, Hindu, bahkan orang Atheis ia temui dengan argumen masing-masing tentang ketuhanan. “Entah” bingung dengan Tuhan sebenarnya, yang katanya satu, tidak beranak, tetapi ada yang menyembah lebih dari satu Tuhan, ada juga Tuhan yang beranak. Entahlah kata “Entah”. Apalagi dengan surga dan neraka ia semakin tak paham. "Mungkin aku diciptakan untuk hal-hal yang Entah". Entah”lah!!!!!

“Entah” terlihat murung, “Entah” sendiri tidak tahu apa yang ia pikirkan. “Hidupku penuh keentahan," katanya. "Aku terlahir dalam keadaan entah. Ayah ibuku yang entah siapa". “Entah” hanya kenal ibu pertiwi, sebenarnya ia sendiri sampai sekarang tidak tahu diakuikah ia sebagai anak kandung ibu pertiwi atau tidak. Entahlah!!!!

Di antara kelebihannya, “Entah” mampu melawan hukum alam. Ia akan mati jika Ia telah Hidup, dan Ia hidup dengan cara mati. Ia makan dengan cara tidak makan. Ia minum dengan cara tidak minum. Ia selalu berjalan kebelakang dengan langkah yang maju ke depan. Matanya yang lebih besar dari kepalanya membuat Ia bisa membaca semesta raya tanpamembaca. “Entah” bukanlah monster, dajal atau pun setan. Ia hanya mahluk yang bernasib “Entah”.

“Entah” masih bingung dengan jalan hidupnya, ia tak tahu harus bertanya kepada siapa. Tuhannya? “Entah” sendiri tidak pernah diperkenalkan dengan Tuhannya. “Entah” siapa Tuhanku". katanya. 
“Entahlah!!!!"

Penulis: Abid Mustofa Abroziq, Bendahara umum PC PMII Metro 2016-2017




EmoticonEmoticon