Oleh: Erma Fitriana (Kader)
Belum lama ini saya menjadi seorang mahasiswi di Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri, IAIN Metro. Di kampus, saya mengikuti organisasi kemahasiswaan yaitu PMII. Awal saya mengikuti PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) hanyalah sekedar ikut-ikut saja, tapi kemudian saya merasa penasaran dan ingin tau lebih dalam lagi tentang PMII. Bergabungnya saya dengan PMII jelas memiliki tujuan, diantaranya:
- Ingin mempunyai jiwa yang optimis
- Bersikap kritis
- Ingin menumbuhkan rasa percaya diri
- Ingin mempunyai kreatifitas dalam segi apapun dan
- Ingin menjadi mahasiswi yang Ulil al-bab
Di PMII itu ada kaderisasi rutinan, disebut follow up. Setelah saya mengikuti follow up yang kurang lebih 1 bulan, disitulah saya mulai tau bahwa sebenarnya PMII adalah organisasi yang mempunyai tujuan yang sangat baik yaitu terbentuknya pribadi muslim Indonesia yang bertaqwa kepada Allah SWT, berbudi luhur, berilmu, terampil, cerdas dan siap mengamalkan ilmu.
Tetapi mengapa selama 1 bulan ini pengkader dan kader-kader PMII rayon PGMI jarang sekali menghadiri follow up? Padahal saya sendiri ingin sekali tau siapa saja pengkader dan kader-kader PMII yang ada di rayon PGMI. Alhasil hanya beberapa saja yang saya tau karena hanya sedikit yang hadir di follow up.
Apa yang menjadi penyebab ketidakhadiran pengkader dan kader-kader PMII rayon PGMI? Bukankah setiap pribadi muslim bertanggung jawab untuk mengamalkan ilmunya, dalam hal ini senior yang mengajak saya pasti punya tanggung jawab tersebut.
Dalam suatu kaderisasi ada yang disebut kader dan ada yang disebut pengkader, kader mempunyai hak untuk mendapat ilmu atau pengetahuan dan pengkader berkewajiban mentransfer ilmu atau pengetahuan kepada kadernya. Bagi saya hubungan pengkader dengan kader selama ini terasa kurang, mungkin karena kurangnya kesadaran akan tanggung jawab mereka sebagai seorang pengkader yaitu mengamalkan ilmunya.
Harapan saya untuk kedepannya, pengkader dan kader-kader PMII khususnya rayon PGMI harus segera melakukan perubahan agar tujuan dari PMII mudah terwujud. Terimakasih, saya Erma Fitriana.

EmoticonEmoticon