Thursday, November 17, 2016

Satu Keyakinanku, PMII

Oleh: Khoirul Anwar (Kader)



PMII merupakan sebuah organisasi kaderisasi yang berbasis ke Mahasiswaan yang dideklerasikan pada taggal 17 April 1960 di gedung Madrasyah Mualimin NU Wonogromo Surabaya. Didirikan oleh 13 mahasiswa NU dari berbagai daerah. PMII merupakan wadah kelompok mahasiswa tradisionalis dibeberapa perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Sebagai organisasi kemahasiswaan, posisi PMII merupakan wadah yang setrategis bagi kaderirasi NU di Indonesia. Sebagai organisasi pegerakan mahasiswa, PMII menjunjung tinggi nilai-nilai Islam (Ahlussun’nah Waljamaah) dan berasaskan pancasila. PMII juga bertekad tinggi membawa peradapan baru untuk agama dan bangsa Indonesia.

Pada saat kongres kedua di Yogyakarta di masa orde lama, PMII bertekad untuk selalu berpihak kepada amanah penderitaan rakyat yang kemudian di implementasikan dalam dokumen Yogyakarta. Selain itu, PMII juga mendukung terselenggaranya konferensi ASIA-AFRIKA yang berisi tentang pentingnya kerja sama internasional.
***

Awal saya ikut dengan PMII, saya tidak tahu apa itu PMII. Akhirnya motivasi saya ikut di PMII adalah karena banyak cewek-ceweknya yang menurut saya cantik. Saya ikut PMII juga karena di ajak teman saya (Ahmad Mustaqim), yang ternyata dia juga tak tahu apa itu PMII. Dulu saya beranggapan dengan ikut organisasi ini akan mengganggu aktivitas perkuliahan, tapi tetap saja saya bertekad untuk ikut MAPABA yang waktu itu dilakukan serentak semua prodi se-Jurai Siwo Metro. Dengan modal nekad, saya dan Taqim akhirnya berangkat ke MAPABA yang dilaksanakan selama 3 hari.

Saya dan Taqim kalau berangkat selalu telat, hehehe... Tapi saya mengikuti acara tersebut dengan baik hingga di baiat. Pembaiatan dilakukan ba’da solat subuh dihari ketiga, pembaiatan yang dilakukan tidaklah sesuai dengan rencana panitia karena ada masalah yang benar-benar tidak bisa dielakan (kesurupan massal).

Saya dan sahabat-sahabat lainya akhirnya merasa senang karena sudah melewati beberapa proses di MAPABA. Setelah membaiakan diri, kami resmi menjadi anggota PMII dan harus siap dengan tugas-tugas kedepan untuk membawa PMII menjadi organisasi yang disegani oleh banyak orang serta mengamalakan ilmunya sesuai dengan tekad PMII itu sendiri.

Ada banyak motivasi yang saya dapatkan dari beberapa sahabat yang pernah saya tanyakan, baik dari sahabat komisariat STAIN maupun sahabat PMII dari kampus lain. Saya diajarkan tentang bagaimana berorganisasi yang baik, bagaimana mengamalkan Islam Aswaja dan masih banyak lagi. Dari itu semualah saya berpikiran untuk mempunyai tekat besar dalam belajar di PMII agar nanti banyak ilmu yang bisa saya dapatkan dari PMII baik itu Aswaja, NDP, Antropologi kampus dan apapun tentang berorganisasi.

Belajar di PMII akhinya saya tahu, sejak berdirinya PMII ternyata sudah dipimpin oleh 16 ketua umum yaitu Mahbub Junaidi pada 1960-1967, Mohammad Zamroni 1967-1973 dan sahabat lainnya. Kemudian pada periode ini dipimpin oleh sahabat Aminudin Ma’ruf mulai tahun 2014-2016. Dibawah kepemimpinanya, Visi kepengurusan PB PMII adalah “Revitalisasi PMII sebagai Basis Kaderisasi Islam Ahlussunah Waljamaah.”

Harapan saya PMII khususnya rayon PGMI bisa menjadi organisasi yang patut diikuti, karena banyak sekali materi yang bisa dipelajari dan tidak akan kita dapatkan di kampus. Menjadi aktivis itu bukan hanya aktif di kampus saja, tetapi juga harus berorganisasi untuk membentengi ilmu kita. Kita akan menyesal nantinya jika dalam dunia kampus kita hanya duduk, diam, datang dan pulang saja ketika kuliah. Di PMII itu banyak ilmu, jika kita mau mencari dan belajar dengan sungguh-sungguh.

“Denganmu PMII pergerakanku ilmu dan bakti kuberikan adi dan makmur kuperjuangkan untukmu satu tanah airku untukmu satu keyakinaku.”

1 komentar so far

Berangkatnya selalu abis Ashar hahahaa


EmoticonEmoticon